TUGAS INDIVIDU
ILMU KEALAMAN DASAR
ILMU PENGETAHUAN DAN PERKEMBANGANNYA
Dosen Pengampu : Drs. Kartono, M.Pd
![]() |
Oleh
CHINTIYA AWALINA (F1081151003)
2 A REGULER
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN PENDIDIKAN DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
PONTIANAK
2015/2016
“ILMU
PENGETAHUAN DAN PERKEMBANGANNYA”
A.
Pengertian
Ilmu Pengetahuan
Menurut
Daoed Joesoef, pengertian ilmu mengacu pada tiga hal yaitu produk-produk,
proses dan masyarakat. Ilmu pengetahuan sebagai produk yaitu pengetahuan yang
telah diketahui dan diakui kebenarannya oleh masyarakat ilmuwan. Pengetahuan
ilmiah dalam hal ini terbatas pada kenyataan-kenyataan yang mengandung
kemungkinan untuk disepakati dan terbuka untuk diteliti, diuji dan dibantah
oleh seseorang.
Ilmu pengetahuan sebagai proses artinya kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan demi penemuan dan pemahaman dunia alami sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita kehendaki. Ilmu pengetahuan sebagai masyarakat artinya dunia pergaulan yang tindakannya, perilaku dan sikap serta tutur katanya diatur oleh empat ketentuan (imperative) yaitu univerlisme, komunalisme, tanpa pamrih dan skeptisisme yang teratur.
Ilmu pengetahuan sebagai proses artinya kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan demi penemuan dan pemahaman dunia alami sebagaimana adanya, bukan sebagaimana yang kita kehendaki. Ilmu pengetahuan sebagai masyarakat artinya dunia pergaulan yang tindakannya, perilaku dan sikap serta tutur katanya diatur oleh empat ketentuan (imperative) yaitu univerlisme, komunalisme, tanpa pamrih dan skeptisisme yang teratur.
Menurut
Van Melsen, ada beberapa ciri yang menandai ilmu, yaitu:
a.
Ilmu pengetahuan secara
metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang secara logis koheren
b.
Ilmu pengetahuan tanpa
pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggungjawab ilmuwan
c.
Universalitas ilmu
pengetahuan
d.
Objektivitas artinya
setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak di distorsi oleh prasangka-prasangka
subjektif
e.
Ilmu pengetahuan harus
dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan, oleh karena
itu ilmu pengetahuan harus dapat di komunikasikan
f.
Progresivitas artinya
suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah bila mengandung pertanyaan-pertanyaan
baru dan menimbulkan problem-problem baru lagi
g.
Kritis artinya tidak
ada teori ilmiah yang definitif, setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan
kritis yang memanfaatkan data-data baru
h.
Ilmu pengetahuan harus
dapat digunakan sebagai perwujudan keterkaitan antara teori dan praktik
B. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam dari
Masa ke Masa
1. Zaman
Purba (15 SM – 7 SM)
Pengetahuan
pada masa itu diarahkan pada pengetahuan yang bersifat praktis, yaitu
pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Kapan mulainya
zaman batu tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun para ahli berpendapat
bahwa zaman batu berlangsung selama jutaan tahun.
Secara umum
dapat dinyatakan bahwa pengetahuan pada zaman purba ditandai dengan
adanya lima kemampuan, yaitu:
a.
Pengetahuan didasarkan pada pengalaman
(empirical knowledge)
b.
Pengetahuan berdasarkan pengalaman
itu diterima sebagai fakta dengan sikap receptive mind, dan kalaupun ada
keterangan tentang fakta tersebut, maka keterangan itu bersifat mistis, magis
dan religius
c.
Kemempuan menemukan abjad dengan
sistem bilangan yang sudah menampakkan perkembangan pemikiran manusia ke
tingkat abstraksi
d.
Kemampuan menulis, berhitung,
menyusun kalender yang didasarkan atas sintesis terhadap hasil abstraksi yang
dilakukan, dan
e.
Kemampuan meramalkan peristiwa-peristiwa
fisis atas dasar peristiwa-peristiwa sebelumnya yang pernah terjadi, misalnya
gerhana bulan dan matahari (Santoso, 1977:27-28)
2.
Zaman Yunani (7 SM – 6 M)
Zaman Yunani
Kuno dipandang sebagai zaman keemasan filsafat, karena pada masa ini orang
memiliki kebebasan untuk mengungkapkan ide atau pendapatnya. Yunani pada masa
itu dianggap sebagai gudang ilmu dan filsafat, karena bangsa Bangsa Yunani pada
masa itu tidak mempercayai mitologi-mitologi. Bangsa Yunani juga tidak dapat
menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptive attitude (sikap
menerima begitu saja), melainkan menumbuhkan sikap an inquiring attitude
(suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis). Sikap belakangan
inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya ilmu pengetahuan modern. Sikap
seperti inilah yang menjadikan bangsa Yunani tampil sebagai ahli pikir terkenal
sepanjang masa.
3. Zaman
Pertengahan (6 M – 15 M)
Zaman
pertengahan (Middle Age) ditandai dengan pengaruh yang cukup besar dari
agama Katolik terhadap kekaisaran dan perkembangan kebudayaan pada saat itu.
Pada umumnya orang Romawi sibuk dengan masalah keagamaan tanpa memperhatikan
masalah duniawi dan ilmu pengetahuan. Pada masa itu yang tampil dalam ilmu
pengetahuan adalah para teolog. Para ilmuwan pada masa ini hampir semua adalah
para teolog sehingga aktivitas ilmiah terkait dengan aktivitas keagamaan.
Dengan kata lain, kegiatan ilmiah diarahkan untuk mendukung kebenaran agama.
4. Zaman
Renaissance (14 M – 17 M)
Zaman Reaissance ditandai dengan era
kebangkitan kembali pemikiran yang bebas dari dogma-dogma agama. Reaissance
ialah zaman peralihan ketika kebudayaan Abad Pertengahan mulai berubah menjadi
suatu kebudayaan modern. Manusia pada zaman ini adalah manusia yang merindukan
pemikiran yang bebas. Penemuan ilmu pengetahuan modern sudah mulai dirintis
pada Zaman Reaissance. Ilmu pengetahuan yang berkembang maju pada masa ini
adalah bidang astronomi. Tokoh-tokoh yang terkenal seperti Roger Bacon,
Copernicus, Johannes Keppler, dan Galileo Galilei.
5. Zaman Modern
(17 M – 19 M)
Zaman modern ditandai
dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiyah. Perkembangan ilmu pengetahuan
pada masa ini menurut Slamet Imam Santoso mempunyai tiga sumber, yaitu:
a.
Hubungan antara
kerajaan islam di semananjung Iberia dengan negara-negara Perancis. Para
pendeta di Perancis banyak yang belajar di Spanyol, kemudian mereka inilah yang
menyebarkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya itu di Perancis.
b.
Perang salib
(1100-1300) yang terulang sebanyak 6 kali, tidak hanya menjadi ajang peperangan
fisik, namun juga menjadikan para tentara Eropa yang berasal dari berbagai
negara itu menyadari kemajuan negara-negara islam, sehingga mereka menyebarkan
pengalamannya sekembalinya di negara masing-masing.
c.
Pada tahun 1453
Istambul jatuh ke tangan bangsa Turki, sehingga para sarjana atau pendeta
mengungsi ke Italia atau negara-negara lain. Mereka ini menjadi pionir-pionir
bagi perkembangan ilmu di Eropa
Tokoh yang dikenal sebagai bapak filsafat modern Rene Descartes, mewariskan suatu metode berfikir yang menjadi landasan berfikir dalam ilmu penetahuan modern.
Tokoh yang dikenal sebagai bapak filsafat modern Rene Descartes, mewariskan suatu metode berfikir yang menjadi landasan berfikir dalam ilmu penetahuan modern.
6. Zaman
Kontemporer (abad 20 – sekarang)
Pada zaman kontemporer
ini di tandai dengan penemuan berbagai tehnologi canggih yakni tehnologi
informasi dan komunikasi. Mulai dari penemuan komputer, berbagai satelit
komunikasi, internet dan lain-lain.
Bidang ilmu juga mengalami kemajuan yang pesat. Sehingga terjadi spesialisasi-spesialisasi ilmu. Para ilmuwan kontemporer mengetahui hal yang sedikit tapi mendalam. Misalnya ilmu kedokteran, semakin mendalam dalaam spesialis dan sub spesialis atau super spesialis, demikian juga bidang-bidang ilmu yang lain.
Bidang ilmu juga mengalami kemajuan yang pesat. Sehingga terjadi spesialisasi-spesialisasi ilmu. Para ilmuwan kontemporer mengetahui hal yang sedikit tapi mendalam. Misalnya ilmu kedokteran, semakin mendalam dalaam spesialis dan sub spesialis atau super spesialis, demikian juga bidang-bidang ilmu yang lain.
DAFTAR
PUSTAKA
http://Perkembangan Ilmu Pengetahuan _
mansori.htm
http://Makalah SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar